Jakarta
JAKARTA
Jakarta, 15 desember 2021.
Suara yang begitu bising tlah bergema di
gendang telinga ini, klakson motor terus berbunyi ketika jam tangan sudah
menunjukan angka 17.30, jalur transjakarta begitu mudahnya di trobos pengendara
motor, Ku saksikan begitu padat kereta ke arah tangerang hari ini. begitu
banyak manusia yang bekerja di ibu kota, ada ratusan bahkan ribuan yang menggunakan
transportasi umum untuk pulang kerumah masing-masing.
Jakarta adalah pesona yang menakjubkan bagi saya, terlihat gedung pencakar langit menjulang di atas, pejalan kaki di bundaran HI yang fashionable. Sore ini di bundaran HI ada ratusan pasang mata yang telah saya tatap, “wah jakarta memang sudah tenggelam” pikir saya.
2019 dulu, ketika masih bekerja di
jakarta, saya adalah pengguna setia KRL dan pada waktu itu jakarta belum ada
MRT. Betapa norak dan katroknya saya pada waktu itu, sering sekali tersesat di
jakarta, mungkin karena jakarta sangat luas sehingga sulit sekali untuk
menemukan titik yang bisa saya fahami, maklum waktu itu masih 19 tahun, masih
sangat labil.
Jika bicara tentang jakarta, di pikiran saya adalah gedung
tinggi menjulang ke atas, trotoar yang bersih dan rapi, kota yang sibuk dengan
kegiatan kantornya. Tapi, saya saksikan sendiri macet yang mengila ketika jam
berangkat dan pulang kerja padahal sebagian orang di sekitar jabodetabek sudah
menggunakan transportasi umum, seperti KRL, Transjakarta, MRT dsb.
Terlepas dari semua itu jakarta memang sangat bisa membius
mata, langit jakarta begitu biru untuk di pandangi sore ini, sang fajar begitu
perkasa saat menampakan sinarnya, seketika membius mata saat “vanilla moccacino Rp. 5000” membegal
mata saya di tengah-tengah megahnya kota jakarta, tidak hanya itu saja, banyak
pesepeda kopi yang meramaikan jalanan di kota ini, “wah sungguh di luar ekspektasi saya”. Saya kira jakarta adalah
elitnya Negara ini tidak ada kegiatan niaga di pinggir jalan atau di samping
pusat perbelanjaan. vanilla moccacino Rp.
5000 telah membantah persepsi saya
selama ini.
warga jakarta dan sekitarnya pun gemar berjalan kaki di
pinggiran kota ini, wajar begitu bersih dan nyaman saat di tapaki. Jalanan di
jakarta di kelilingi gedung yang unik dan menarik untuk di save di galeri sebagai
kenangan jika tak mampu lagi berjalan ke jakarta.
Jakarta tak hanya untuk mencari ma’isah, tapi jakarta
mengajarkan menjadi tangguh, karena seyogyanya ibu kota ini terbentuk karena
perjuangan pahlawan dan bangsa ini sendiri, tapi pada akhirnya kota ini akan
benar-benar tenggelam dengan perkembangan global, jakarta akan tergantikan
dengan ibu kota yang baru.
Komentar
Posting Komentar