Covid-19
BERTAHAN
Bsd city, 29 september 2020
Di awal tahun 2020 kita sudah di terpa
berbagai bencana, banjir bandang di jakarta dan sekitarnya, yang merusak saran
dan prasarana, lalu beberapa bulan
terakhir ini, kita di buat gundah-gulana,
media yang begitu aktif mengintai berita covid-19. enggan mengundurkan
diri dari permukaan. semakin gelisah
ketika melihat situs kabar berita memberitahukan. Bahwa, angka kematian di indonesia setiap harinya
terus bertambah. Kita tidak bisa cuci mata di luar rumah, kita tidak bisa meet
up dengan kawan-kawan, semua yang di rencanakan hanya sebatas mulut, yeah tak
bisa di realisasikan!
Para tenaga medis berkerja dari senja hingga
petang, apotik buka hingga 24 jam disini. Handsainitaizer habis, masker habis.
Bahkan vitamin c pun habis, dan kita harus menunggu restock berikutnya, kenapa
begitu genting dan rumit di tahun ini?
Kita yang tidak tahu sebenarnya dari mana
virus ini berasal, siapa pelakunya, apa tujuannya? Lalu kenapa begitu cepat
penyebarannya? Dan sebagai manusia yang
haus akan informasi, kita hanya bisa scroll di layar handphone, sembari berkata
“ ooo jadi gini to asal usulnya, ooo dari china to, ooo begitu to
penyebarannya, padahal artikel yang kita baca belum mutlak kebenarannya.
Lalu, ada segelintir oknum yang memanfaatkan
situasi ini untuk menghasilkan rupiah, di tambah media yang meracik berita
sedemikian rupa sehingga minat penonton semakin bergejolak, geram rasanya!
Lantas bisa kah kita bertahan hidup dengan
kondisi ekonomi yang pas-pasan seperti sekarang ini? Tentu
bisa, tergantung pribadi masing-masing dalam menyikapi dan mengimplementasikan
hidup hemat dan sederhana, nutrisi terpenuhi, olahraga dan tidur yang cukup,
secara tidak langsung kita sudah menyumbang kesehatan untuk diri, Walau bumi kita sedang sakit untuk sekarang ini, setidaknya ada nyawa
yang harus di perjuangkan, ada ibadah yang harus di jaga, jangan putus asa,
masih bisa berdoa kepada sang maha kuasa agar pandemi ini bisa berakhir.
Sudah banyak list perjalanan ke luar negeri bukan di tahun ini? Yang sudah mempersiapkan bekal
di negara barunya, dengan koper kuning , kacamata hitam pekat, paspor
kebanggaan, sepatu converse versi terbaru yang siap untuk menginjak negara baru,” yah nggak jadi
terbang dong “ ! begitu kira-kira katanya
Tapi kita masih bisa
bertahan bukan? sampai detik ini pun kita masih bernafas, masih di bawah atap
lindungan bersama org tua, tenteram setia mengawali setiap hari, saling
bertegur sapa walaupun via virtual, semakin banyak waktu me time, suatu saat
nanti kita akan rindu masa-masa ini.
Dibalik bencana seperti ini kita belajar lebih
menghargai waktu, jadi tahu apa yang sedang orang tua mau, sebagai awal
persiapan untuk melawan yang lebih besar lagi di hari esok, agar lebih hemat
dalam menggunakan uang, lebih bijaksana dalam menjaga kesehatan, pada dasarnya
kita selalu di kejar waktu, tapi lupa ada kesehatan yang harus di pertanggung jawabkan,
kalau kamu nggak sehat gimana mau jaga keluarga mu.
Tetep jadi pembaca setia blog ini :v
BalasHapusmakasih kak
HapusJika hatimu berkata engkau mencintai nya maka katakanlah :)
BalasHapusmencintai siapa nih ka?
Hapus