Adzan Subuh

2 telinga saksi pagi hari 
IVANI AYU MARLINA

   Bsd, 14 januari 2019



     Tulisan ini saya dedikasikan kepada alm. Ayahanda saya, selama 15 tahun tlah menjadi alarm bagi anak - anaknya. yang tlah mengumandangkan adzan subuh dengan merdu di masjid dekat rumah di lampung. ketika adzan subuh berkumandang, setiap subuhnya, saya hanya bisa dengar suaranya saja, tapi tidak dengan badan ini, kaku dan tak bisa di gerakkan tangan dan kaki ini, setiap kali adzan subuh berkumandang, 5 tahun yang lalu. saya hanya bisa mengandalkan ayah saya,  untuk bangun sholat subuh, saya bisa dengar suara mesin sanyo air, dari kamar yang saya tiduri kala itu, saya bisa dengar suara jejak kaki ayah,setiap kali ia menapakkan kakinya didepan ruang televisi. tapi kenapa setiap adzan subuh saya tak sanggup untuk bangun sendiri, tuk melaksanakan kewajibanmu ya tuhan. setelah semua suara itu hilang, saya hanya bisa mengandalkan alarm dari hp buntut saya, setelah sekian lama menjadi anak kesayangan ayah, yang selalu di manja oleh ayah, semua serba ayah. apapun akan di turuti demi saya, dan semua itu hilang begitu saja. dan saya mencoba untuk manjadi pribadi yang mndiri, bangun subuh kala itu tepat waktu. tapi, subuh kala itu saya tidak dengar suara adzan dari mulut ayah. 5 tahun berlalu begitu saja, dan setiap kali mendengar suara adzan subuh, saya harus bangun tepat waktu. terkecuali saat badan ini kelelahan,dan unzur yang mengikat.

    rumah saya di lampung berdekatan dengan masjid, saya dan kerluarga, pasti akan sholat di masjid, karena tempat yang paling afdhol untuk sholat adalah masjid, setiap langkah kaki yang kita gerakkan untuk beribadah di masjid. akan allah hapuskan dosa orang tersebut. Setelah sekian lama saya tidak pernah menulis lagi di blog pribadi ini, saya sebelumnya menanyakan  hal apa yang harus saya tulis malam hari ini kepada kawan. Ia berkata“ kenapa kamu nggak nulis tentang cinta”! Saya hanya bisa tertawa sembari berkatasaya tidak punya pengalaman tentang cinta ia pun menjawab “ maksud saya bukan cinta dalam konteks seorang lekaki dengan perempuan, tapi seberapa cintanya kamu terhadap tuhanmu, atau keluarga mu. begitu yang saya maksud”! sempat terlintas di benak saya ketika 5 tahun yang lalu. saya tumbuh menjadi pribadi introvert, tidak mau bergaul dengan banyak orang, dan sampai sekarang saya hanya punya satu sahabat, annisa awalia ratu sahabat dari kelas satu smp sampai sekarang, bahkan ibu dan alm.ayah saya tau tentang dia.
                                     
Setiap kali ayah saya keladang……
setiap kali ayah saya ke pasar…….  
Setiap kali ayah saya pergi kerja……. 
Saya hanya bisa berkata hati-hati dijalan,jangan lupa baca doa yah, saya sangat takut kelak suara adzan mu tak bisa ku dengar lagi, ku rasakan lagi, semoga kelak amal ibadah ayah beserta suara adzan ayah bisa bawa saya dan keluarga kedalam Jannah-NYA aamin    

Komentar

Posting Komentar